Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tidak Boleh Asal, Seperti Ini Cara Menyimpan MPASI yang Benar.
Tahukah Bunda? MPASI yang tidak langsung dimakan Si Kecil perlu disimpan dengan baik dan benar, lho. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan dan nilai gizi makanan tersebut. Jika cara menyimpan MPASI sembarangan, MPASI bisa cepat basi dan tidak layak dikonsumsi buah hati Bunda.
Dibandingkan dengan MPASI instan, banyak ibu yang memilih
membuat MPASI sendiri. Alasannya beragam, mulai dari menghemat biaya, bisa
bebas mengkreasikan menu, hingga untuk mengetahui jenis makanan yang dapat
memicu alergi pada bayi mereka.
Sebagian ibu lebih suka membuat makanan bayi sedikit demi
sedikit atau untuk sekali makan saja. Namun, karena alasan lebih praktis,
terkadang ibu membuat MPASI dalam jumlah yang lebih banyak agar dapat disimpan
untuk beberapa waktu ke depan.
Cara Menyimpan MPASI yang Benar.
Agar tidak terkontaminasi kuman dan nutrisinya tetap terjaga,
MPASI harus disimpan dengan benar, berikut adalah langkah-langkahnya :
1.
Ketahui makanan yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama.
Sebetulnya semua jenis makanan bayi
bisa disimpan untuk dimakan di kemudian hari. Akan tetapi, beberapa jenis
makanan dapat berubah warna dan rasa, meskipun hal ini tidak selalu memengaruhi
jumlah nutrisinya.
Brokoli, kembang kol, kacang hijau,
wortel, kacang polong, persik, blueberry dan jenis berry lainnya, ubi, serta
daging merupakan jenis makanan yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama tanpa
mengubah warna dan rasanya.
Ada beberapa makanan bisa berubah warna
menjadi kecokelatan jika disimpan terlalu lama, seperti stroberi, apel,
alpukat, dan pisang. Namun, perubahan warna tidak mengurangi nutrisi dan
mengubah rasa, sehingga masih aman untuk dikonsumsi bayi.
Sementara itu, telur, nasi, kentang,
tahu, serta buah-buahan seperti anggur, mangga, melon papaya, pir, dan apricot,
dapat berubah rasa dan tekstur ketika disimpan terlalu lama. Karena rasa dan
teksturnya bisa berubah, makanan tersebut sebaiknya tidak disimpan terlalu lama
atau dimasak untuk porsi sekali makan saja.
2.
Simpan MPASI pada wadah yang tepat.
Simpanlah MPASI dalam wadah makanan
yang kedap udara berbahan kaca atau plastic. Pastikan wadah plastic yang
digunakan berlabel BPA free, ya. Guna menjaga kebersihannya, Bunda disarankan
untuk menyimpan MPASI dalam satu wadah untuk sekali makan saja. Jadi, tidak
perlu dibagi-bagi lagi, Bun.
Sementara itu, MPASI yang berbentuk
cair, misalnya bubur atau puree, bisa disimpan di dalam ice cube atau cetakan
es batu. Ini akan memudahkan Bunda untuk mengambil MPASI sesuai dengan porsi Si
Kecil. Ingat, ice cube yang berisi MPASI cair tersebut harus dilapisi plastic
lagi untuk mencegah kontaminasi kuman.
3.
Tulis tanggal pembuatan MPASI.
Agar tidak lupa, Bunda sebaiknya
membuat label yang bertuliskan tanggal pembuatan dan menu makanan pada wadah
MPASI. Hal ini untuk memudahkan Bunda memilih jenis makanan dan mencegah
penyimpanan terlalu lama.
4.
Simpan MPASI di freezer atau lemari es.
Bunda bisa menaruh MPASI dalam
freezer dengan suhu minimal 5’C selama 3-6 bulan. Namun, setelah 3 bulan
biasanya akan ada perubahan warna, rasa, dan tekstur. Jadi, lebih baik gunakan
MPASI disimpan sebelum 3 bulan, ya, Bun.
MPASI juga bisa ditaruh di rak
kulkas, asalkan tidak lebih dari 2 hari. Selain itu, makanan yang sudah dicairkan
dan dipanaskan sebaiknya tidak dibekukan lagi.
Setelah mengetahui tips di atas, yuk,
terapkan cara menyimpan MPASI yang benar. Dengan begitu, nutrisi pada MPASI
akan terjaga dan tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme jahat penyebab
penyakit, serta rasa dan tekstur MPASI tidak cepat berubah.
Selain memastikan MPASI disimpan
dengan cara yang tepat, Bunda juga perlu piawai dalam merancang dan mengolah
menu MPASI, serta menjaga kebersihan peralatan MPASI.
Saat hendak memberikan MPASI yang
telah disimpan kepada Si Kecil, ingatlah untuk selalu memeriksa warna, bentuk,
dan aroma MPASI. Jika sudah berbau tidak sedap, berlendir, atau tampak jamuran,
Bunda sebaiknya membuang MPASI tersebut karena sudah tidak layak untuk
dikonsumsi.
Jika Bunda masih memiliki pertanyaan
terkait cara menyimpan MPASI atau hal-hal lain yang terkait dengan MPASI,
misalnya pemilihan menu dan takaran nutrisi yang cocok dengan kondisi Si Kecil,
jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Cek Berat Badan Ideal Anak Usia 0-5 Tahun, Si Kecil Sudah Sesuai?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar