Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menyeimbangkan MPASI dan ASI Bayi.
Agar Tidak Keliru, Begini Cara
Menyeimbangkan Pemberian ASI dan MPASI Bayi.
Mengoptimalkan tumbuh kembang bayi
harus didukung dari berbagai hal, termasuk asupan ASI dan MPASI. Pemberian
MPASI maupun susu mencakup ASI dan susu formula bayi sebaiknya diseimbangkan
sesuai kebutuhan gizi harian bayi.
Lantas, seperti apa cara
menyeimbangakan asupan bayi padat atau MPASI dan susu seperti ASI maupun susu
formula bagi bayi?
Kapan ASI dan MPASI mulai diberikan
bersama?
Bayi idealnya mendapatkan ASI
ekslusif sepenuhnya sejak ia baru lahir sampai usia enam bulan. Sesuai dengan
namanya masa pemberian ASI ekslusif tersebut bayi sebaiknya hanya menerima ASI
tanpa tambahan minuman maupun makanan lain.
Ini karena di usia kurang dari enam
bulan ASI masih mampu memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap harinya. Namun, saat
usia bayi menginjak enam bulan, kebutuhan gizi hariannya mengalami peningkatan
sehingga tidak mampu lagi dicukupi hanya dari ASI.
Itulah mengapa sejak usia enam bulan
bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat atau makanan pendamping ASI
(MPASI). Dalam beberapa kasus, bayi juga bisa mulai diperkenalkan dengan MPASI
di usia empat bulan, tetapi sebaiknya tidak kurang dari usia ini.
Pemberian MPASI atau makanan padat ini
tidak serta merta membuat asupan ASI bayi dihentikan. Jika bayi masih menerima
ASI, MPASI dan ASI tetap bisa diberikan secara bersama-sama sesuai jadwal MPASI
bayi.
Sementara bagi bayi yang sudah tidak
lagi mendapatkan ASI, pemberian makanan padat dan susu formula bisa dilakukan
bersamaan.
Tujuan pemberian ASI dan MPASI atau
susu formula dan makanan padat yakni untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi
seutuhnya. Memperkenalkan bayi untuk mulai belajar makan MPASI di waktu yang
tepat juga membantu mendukung tumbuh kembangnya.
Sebaliknya, ketika pemberian MPASI
untuk bayi terlambat atau setelah usianya di atas enam bulan, bayi berisiko
mengalami serangkaian masalah. Melansir dari Mayi Clinic, terlambatnya
pemberian MPASI berisiko membuat bayi mengalami perlambatan pertumbuhan,
kekurangan zat besi, hingga terhambatnya fungsi motoric.
Apa MPASI pertama yang sebaiknya
diberikan bersama ASI?
Menurut Pregnancy Birth and Baby,
MPASI yang diberikan pertama kali kepada bayi sebaiknya mengandung zat besi.
Alasan kandungan zat besi sebaiknya ada di dalam makanan padat pertama bayi
karena sebagian besar persediaan zat besi bayi mulai berkurang sejak usia enam
bulan.
Jadi, ada baiknya pilih sumber
makanan bayi yang kaya kandungan zat besi seperti daging merah, daging ayam,
dan ikan. Selain sebagai sumber protein yang baik daging merah, daging ayam,
maupun ikan juga kaya kandungan zat besi dan seng di dalamnya.
Bahkan, kandungan zat besi yang ada
di dalam sumber protein hewani tersebut cenderung lebih besar daripada zat besi
yang ada pada sayuran dan buah-buahan. Pilihan lainnya Anda bisa memberikan
tambahan sumber serat dari sayuran dan sumber protein nabati dari tahu, tempe,
maupun kacang-kacangan. Namun, perlu diingat selalu sesuaikan dengan tekstur
makanan menurut usia bayi.
Bagaimana cara menyeimbangkan
pemberian ASI dan MPASI?
Pemberian ASI dan MPASI maupun susu
formula dan makanan padat untuk bayi haruslah seimbang. Artinya, jumlah
pemberian ASI serta MPASI sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal
makan bayi setiap harinya.
Secara tidak langsung, hal ini juga
membantu bayi untuk terbiasa mengenali waktu makan makanan utama, makan makanan
selingan atau camilan bayi, hingga waktu minum susu. Nah, supaya tidak bingung,
begini cara yang bisa Anda lakukan untuk menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI
bayi.
1.
Kenali jadwal menyusui ASI dan pemberian MPASI bayi.
Sama halnya
seperti anak-anak yang sudah lebih besar maupun orang dewasa, bayi sebaiknya
juga memiliki jadwal makan sejak dini. Cara ini dapat membantu bayi beradaptasi
dari yang tadinya hanya menyusu ASI sampai kemudian belajar makan MPASI.
Agar pemberian
ASI maupun MPASI lebih optimal serta seimbang, perhatikan jadwal MPASI bayi
sesuai dengan usianya. Biasanya, di pagi hari diberikan ASI terlebih dahulu
baru selang beberapa waktu kemudian diberikan MPASI.
Jadwal MPASI
selanjutnya memberikan camilan untuk bayi, makan siang, ASI, camilan sore, ASI,
dan makan malam. Terakhir, cara menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI bagi
bayi yang baru belajar makan makanan padat dengan memberikan ASI di malam hari.
Anda bisa
memberikan ASI di malam hari sekitar pukul 22.00, 24.00, dan 03.00 sesuai
keinginan bayi untuk menyusu. Hanya saja, hal ini bukanlah suatu keharusan ,
melainkan pilihan tergantung apakah bayi menginginkan pemberian ASI kembali
atau tidak.
Bila bayi
sudah tertidur nyenyak dan tidak tampak rewel atau lapar di malam hari,
pemberian ASI di waktu tersebut bisa tidak dilakukan.
Jadwal
pemberian susu formula bagi bayi yang sudah tidak lagi menyusu ASI bisa
disesuaikan dengan jadwal menyusu ASI.
2.
Berikan MPASI sesuia kebutuhan bayi.
Jumlah atau
porsi makan bayi berbeda-beda tergantung perkembangan usianya. Di awal masa
perkenalan dari ASI ke MPASI atau usia enam bulan biasanya bayi hanya mampu makan
dalam jumlah sedikit dan terbatas.
Selama masa
awal mengenal MPASI, jumlah ASI yang diminum bayi mungkin masih cukup banyak
karena menyesuaikan dengan asupan makanan padatnya.
Berdasarkan
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umunya makan kurang lebih tiga sendok
makan, di awal pemberian MPASI. Pada kisaran usia 6-8 bulan, porsi MPASI yang
bisa dihabiskan bayi yaitu sekitar 3 sendok makan sampai ½ mangkuk ukuran 250
mililiter (ml).
Bila tadinya
bayi belajar makan makanan padat sekitar 1 kali sehari, lama kelamaan frekuensi
makan bayi meningkat menjadi 2-3 kali makan besar sehari hingga usia delapan
bulan. Selanjutnya di usia 9-11 bulan, porsi makanan bayi dalam sehari makan
sudah meningkat menjadi sekitar ½ mangkuk ukuran 250 ml.
Bedanya, jika
sebelumnya di usia 6-8 bulan frekuensi makan bayi hanya 2-3 kali sehari, di
usia 9-11 bulan ini Si Kecil bisa makan sekitar 3-4 kali per hari.
Namun,
frekuensi tersebut hanya berlaku untuk makan utama sehingga masih ada 1-2 kali
lagi untuk makan selingan (camilan) sesuai keinginan bayi.
Jangan lupa,
seimbangkan pemberian MPASI dan ASI seiring dengan bertambahnya usia bayi.
3.
Perhatikan urutan pemberian ASI dan MPASI.
Sejak usia
enam bulan, makanan padat atau MPASI bayi diberikan di pagi, siang, dan malam
hari, sedangkan ASI diberikan di sela-sela waktu makan utama tersebut.
Biasanya,
aturan pemberian ASI dan MPASI dimulai dari ASI terlebih dahulu baru
dilanjutkan dengan MPASI. Hal ini dikarenakan bila MPASI diberikan lebih awal,
dikhawatirkan bayi tidak mau lagi menyusu ASI karena sudah kenyang.
Begitu pula
bila bayi sudah tidak lagi mendapatkan ASI tetapi diganti dengan susu formula.
Artinya, susu formula diberikan sebelum makanan padat.
Kemudian saat
usia bayi sudah menginjak hampir satu tahun, urutan pemberian ASI dan MPASI ini
bisa dibalik.
Jadi, Anda
memberikan MPASI dulu baru dilanjutkan dengan ASI. Hal ini bertujuan untuk
membiasakan dan mempersiapkan bayi beralih dari ASI atau susu formula ke
makanan padat sepenuhnya.
Perhatikan hal ini dalam pemberian
ASI bersama MPASI.
Sebenarnya memberikan ASI bersamaan
dengan MPASI untuk bayi tidaklah sulit. Namun, tetap ada beberapa hal yang
perlu Anda perhatikan dalam menyeimbangkan pemberian ASI dan MPASI bayi, yaitu:
1.
Butuh waktu untuk memperkenalkan makanan baru kepada bayi.
Selama proses
pemberian makanan padat atau MPASI bayi, tentu ada banyak sumber makanan yang
Anda perkenalkan pada Si Kecil. Perkenalan bayi dengan beragam sumber makanan
ini tidak selalu berjalan mulus. Kadang kala, ia bisa dengan mudah menerima
makanan baru, tetapi di lain waktu justru menolak makanan tertentu.
Pemberian
makanan untuk dicoba pertama kali ini bisa dilakukan dengan menyuapi Si Kecil (spoon
feeding). Jika Si Kecil menolak saat diberikan makanan baru, jagan langsung
menyerah dan menyimpulkan ia tidak menyukainya.
Biasanya,
butuh waktu sekitar 10-15 kali percobaan untuk benar-benar mengetahui bayi
menyukai makanan tersebut atau tidak.
Bila Anda
sudah memberikan makanan tersebut sampai 15 kali tetapi bayi susah makan atau
malah melepehnya, kemungkinan besa ria memang tidak menyukainya.
2.
Hindari memaksa bayi untuk makan.
Bila setelah
minum Asi maupun susu formula bayi sudah merasa kenyang, hindari memaksa Si
Kecil untuk menghabiskan makanannya di waktu makan setelah menyusu. Biarkan
bayi belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendir sejak kecil. Cara ini
dapat membantu Anda untuk menyeimbangkan asupan ASI dan MPASI bayi sekaligus
mencegah masalah gizi pada bayi.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Cek Berat Badan Ideal Anak Usia 0-5 Tahun, Si Kecil Sudah Sesuai?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya





Komentar
Posting Komentar