Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MPASI, Aneka Camilan Finger Food.
Aneka Pilihan Camilan dan Finger Food
untuk Bayi yang Bergizi Tinggi dan Lezat.
Saat usia bayi menginjak 6 bulan, ia
sudah mulai boleh mencoba makakan padat pertamanya sebagai makanan pendamping
ASI atau MPASI bayi. Selain makanan pendamping ASI, perkenalkan juga camilan
atau camilan sehat dan finger food untuk bayi.
Anda tak perlu bingung harus
memberinya camilan apa guna memenuhi kebutuhan gizi bayi. Silahkan sontek
berbagai inspirasi camilan bayi yang sudah terjamin sehat bagi Si Kecil.
Kapan bayi mulai boleh makan cemilan?
Makanan selingan alias cemilan
(snack) adalah makanan bayi yang diberikan di sela-sela waktu makan utama.
Frekuensi makan yakni tiga kali dalam sehari dengan jadwal MPASI bayi pada
pagi, siang, dan malam. Sesuai dengan namanya, makanan selingan akan berada di
antara tiga jadwal makan tersebut yaitu dari pagi ke siang dan sekitar sore
hari.
Di sisi lain, Anda juga bayi yang
hanya mau makan cemilan sebanyak satu kali sehari atau terkadang tidak sama
sekali. Frekuensi dan porsi makan camilan pada masing-masing bayi tidak bisa
disamakan.
Ada bayi yang senang sekali ngemil,
tetapi ada juga yang hanya akan makan makanan selingan sekali dalam sehari atau
bahkan terbilang jarang. Sementara untuk usia ideal memperkenalkan bayi dengan
camilan sebenarnya Anda bisa melakukannya sejak pertama ia belajar makan
makanan padat.
Seperti halnya dijelaskan oleh WHO
selaku badan kesehatan dunia, ada dua jadwal makan yang bisa dibiasakan mulai
dari usia enam bulan atau saat belajar makan makanan pendamping ASI.
Pertama yakni makanan utama dan kedua
yaitu makanan selingan atau camilan sehat untuk bayi. Selama masa MPASI ini,
pemberian makanan selingan untuk bayi dapat berupa makanan padat maupun ASI.
Ya, itulah mengapa pemberian makanan
di masa ini disebut sebgai makanan pendamping ASI (MPASI).
Meski tidak lagi mendapatkan ASI ekslusif
karena sudah dibantu dengan makanan dan minuman lainnya, bayi di usia ini masih
akan tetap menyusu ASI.
Jika pemberian ASI tidak lagi
memungkinkan untuk bayi, bayi tetap menyusu tetapi dengan susu formula bayi.
Jadi, singkatnya sah-sah saja untuk mengenalkan bayi dengan camilan atau
camilan (snack) sejak awal perkenalannya dengan makanan padat.
Apakah camilan dan finger food bayi
itu sama?
Seperti yang sudah dijelaskan
sebelumnya, camilan atau snack adalah santapan yang dimakan di antara waktu
makan utama bayi. Sementara finger food untuk bayi adalah makanan jari. Sesuai
dengan namanya, ukuran finger food atau makanan jari ini sebesar jari tangan
bayi sehingga mudah digenggam.
Camilan atau snack dan finger food
untuk bayi sebenarnya tidak sama, camilan atau camilan bayi bisa berupa makanan
apa saja dan dalam bentuk apa pun selama dimakan di antara waktu makan utama.
Camilan atau snack ini bisa berupa bubur, puree buah, hingga potongan buah
dalam bentuk finger food. Begitu pula finger food untuk bayi, makanan ini tidak
bisa digolongkan sepenuhnya ke camilan.
Ini karena finger food bisa di makan
di waktu makan utama maupun sebagai snack bayi. Finger food atau makanan jari
dapat membantu melatih bayi agar bisa makan sendiri karena mudah untuk
digenggam.
Finger food tidak seperti camiilan
atau snack yang sudah dapat diberikan sejak bayi belajar makan MPASI atau di
usia 6 bulan.
Biasanya, finger food untuk bayi baru
diberikan saat usia bayi 9-12 bulan atau saat giginya sudah mulai tumbuh.
Apa saja pilihan camilan untuk bayi?
Ada berbagai macam pilihan camilan
sehat yang bisa dijadikan santapan di sela-sela waktu makan utama bayi. Berikut
aneka camilan sehat nan mengenyangkan untuk bayi:
1.
Camilan bayi buah-buahan.
Buah untuk
bayi merupakan salah satu pilihan camilan yang sudah pasti sehat dan juga
praktis. Untuk pilihan buah pertamanya, coba berikan buah naga, pisang,
alpukat, atau mangga.
Ini karena buah-buahan
tersebut memiliki tekstur yang halus, lunak, dan lembut sehingga mudah saat
digigit dan dikunyah oleh gigi bayi yang masih dalam masa perkembagan.
Jika Si Kecil
masih berusia 6-8 bulan, sebaiknya blender dulu buahnya menjadi bubur halus
(pure). Namun bila buah hati Anda sudah berusia 9 bulan ke atas, tidak masalah
untuk memberikan buah segar yang dipotong kecil-kecil supaya ia bisa belajar
menggenggam sendiri.
Bahkan, Anda
juga boleh mengolah buah-buahan selain dengan cara disajikan langung. Anda
boleh berkreasi misalnya dengan memanggang pisang dan menambahkan parutan keju
diatasnya.
2.
Biskuit.
Biskuit bayi
yang dijual di pasaran juga cocok untuk Anda berikan sebagai camilan Si Kecil
sembari menunggu waktu makan berikutnya. Pilih biskuit lunak mengandung banyak
karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin untuk bayi. Pastikan juga
ukuran biskuit cukup kecil sehingga bisa digenggam oleh bayi.
Sesekali,
tidak ada salahnya untuk bereksperimen dengan membuat biskuit sendiri di rumah.
Anda bisa menyiapkan oat kering, buah, tepung, dan sedikit minyak sayur.
Selanjutnya
olah semua bahan menjadi satu dengan cara dibuat menjadi adonan halus dan
bentuk sesuai selera. Terakhir Anda tinggal memanggang bentuk biskuit yang
hampir jadi di atas Loyang antilengket.
Jika bayi
belum bisa makan biskuit utuh, campurkan biskuit dengan sedikit air atau susu
hingga menjadi lumat seperti bubur.
Sebaliknya,
bagi Si Kecil yang sudah mahir menggigit dan mengunyah, tidak masalah untuk
menyajikan biskuit utuh. Dengan catatan, biskuit memiliki ukuran yang kecil dan
bertekstur agak lunak.
3.
Telur rebus.
Jika Anda
ingin menyajikan camilan yang cepat dan mudah, salah satu pilhan yang bisa
diberikan yakni telur untuk anak.
Telur bisa
direbus biasa menjadi camilan untuk dibawa saat Anda sekeluarga sedang
bepergian ke luar rumah.
Namun ingat,
jangan lupa untuk mengupas cangkang dan memotong telur menjadi beberapa bagian
kecil yang mudah dimakan oleh bayi.
4.
Yoghurt.
Pilihan
camilan sehat lainnya yakni yoghurt untuk bayi. Selain kandungan proteinnya
yang tinggi, yoghurt juga kaya akan kalsium yang baik untuk mendukung
pertumbuhan tulang Si Kecil.
Bahkan,
yoghurt juga dilengkapi dengan bakteri hidup yang baik untuk mendukung kerja
sistem pencernaan. Namun, Anda disarankan agar lebih cermat dalam memilih
yoghurt untuk bayi.
Sebaiknya
pilih yoghurt tawar tanpa rasa yang tidak mengandung banyak gula. Anda bisa
menambahkan irisan buah dan beberapa sendok madu untuk menambah rasa yoghurt
tersebut.
5.
Kentang.
Kentang merupakan
salah satu makanan pokok yang kaya akan karbohidrat. Biasanya, kentang memang
dijadikan olahan dalam makanan utama guna menyumbang energi bagi tubuh.
Namun, sah-sah
saja untuk mengolah kentang menjadi pilihan makanan selingan atau camilan bayi.
Caranya pun tidak sulit, Anda bisa membuat kentang tumbuk (mashed potato)
untuk bayi usia 6-8 bulan yang masih harus makan makanan lumat.
Sementara
ketika usia bayi sudah semakin dewasa, misalnya menginjak 9 bulan ke atas, Anda
dapat mengolah camilan dari kentang dengan tekstur lainnya.
Anda bisa
membuat kentang goreng sendiri di rumah seukuran tangan Si Kecil agar mudah di
genggam. Pilihan lainnya juga bisa dengan membuat cemilan berupa perkedel
dengan campuran wortel dan daging ayam.
Jika ingin
yang lebih mudah, Anda juga bisa mengukus kentang yang sudah dipotong
kecil-kecil sebelumnya sampai menghasilkan tekstur yang mudah digigit oleh
bayi.
Selain itu,
tidak masalah untuk menambahkan gula, garam ke makanan bayi, maupun micin untuk
bayi ke dalam olahan kentang yang Anda buat. Menurut Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI), tambahan perasa biasanya akan membuat bayi tidak susah makan
dan justru lebih semangat karenan rasanya yang enak.
Kebiasaan bayi
yang susah dan sering menolak makanan bisa menyebabkan terjadinya masalah gizi
pada bayi.
Apa saja pilihan finger food
untuk bayi?
Jika Anda ingin memberikan finger
food sebagai makanan utama maupun camilan untuk bayi, berikut beberapa
pilihan yang bisa dicoba:
1.
Sayuran rebus.
Sayue bisa
menjadi finger food untuk bayi yang sangat direkomendasikan. Pasalnya,
sayuran mengandung banyak nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan
bayi.
Anda bisa
memilih sayuran untuk bayi seperti wortel, kentang, ubi, atau brokoli. Potong
ukuran sayuran menjadi lebih kecil sehingga mudah digenggam oleh bayi Anda.
Kemudian,
rebus sayuran hingga teksturnya lunak sehingga mudah untuk dikunyah.
2.
Buah yang teksturnya halus.
Buah yang
sudah matang memiliki daging buah yang lunak. Ini merupakan makanan yang sangat
cocok dimakan bayi dengan tangannya sendiri. Anda bisa menyiapkan buah pisang,
semangka, pepaya, mangga, atau alpukat.
Buah-buahan
tersebut bukan hanya mengenalkan beragam rasa makanan pada anak tapi juga
memenuhi kebutuhan gizinya.
Sebelumnya,
cuci buah dengan air bersih mengalir dan kupas bagian kulitnya. Kemudian, buang
biji dan potong menjadi ukuraan yang mudah di genggam anak.
3.
Telur orak-arik.
Telur bisa
jadi sumber protein yang baik sekaligus food finger yang
direkomendasikan untuk bayi. Anda bisa menggoreng telur dengan sedikit minyak
kemudian memotongnya kecil-kecil. Atau, Anda juga bisa mengaduknya langsung
ketika dimasak. Sajikan di atas piring tanpa ditambahkan garam.
Meskipun
banyak nutrisi, Anda harus memastikan bahwa anak bebas dari alergi telur. Jika
anak menunjukkan reaksi alergi, seperti ruam pada kulit setelah makan telur,
segera periksa ke dokter.
4.
Pasta.
Tak hanya
untuk bayi yang usianya sudah lebih besar, pasta juga cocok untuk anak yang
belum memiliki gigi.
Pasalnya,
tekstur pasta kenyal dan lembut sehingga cocok dijadikan finger food
untuk bayi. Namun, khusus untuk bayi yang belum memiliki gigi, pasta fusilli
atau macaroni lebih direkomendasikan.
Anda bisa
menyajikan pasta rebus tanpa tambahan bumbu apa pun. Jika anak sudah mulai
diperkenalkan lebih banyak rasa, Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun
dan saus tomat rendah garam.
5.
Tahu.
Selain telur,
tahu merupakan sumber protein yang baik untuk bayi. Finger food bayi
yang satu ini memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dimakan.
Namun,
pastikan jangan memiliki tahu yang mudah rapuh karena akan hancur ketika
digenggam anak. Ini bisa memyulitkan anak untuk makan.
Tekstur
camilan bayi berbeda sesuai dengan usianya.
Sama halnya
seperti tekstur makanan utama, tekstur camilan (snack) bayi juga harus
disesuiakan dengan usianya saat ini.
Bagi bayi yang
berusia 6-8 bulan, tekstur camilan yang tepat yakni halus dan lembut seperti
bubur. Tekstur camilan sehat untuk bayi kemudian akan meningkat menjadi cincang
halus, cincang kasar, hingga finger food di usia 9-11 bulan.
Hingga tiba
usia bayi 12 bulan ke atas, camilan yang Anda berikan sudah memiliki tekstur
yang mirip seperti makanan orang dewasa.
Dengan kata
lain, tekstur camilan bayi usia 12 bulan atau 1 tahun ke atas tidak lagi
terlalu lumat, terlalu halus, maupun dicincang.
Pasalnya,
menginjak usia 12 bulan atau 1 tahun biasanya bayi sudah mulai belajar untuk
makan makanan seperti yang dimakan anggota keluarga lainnya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Cek Berat Badan Ideal Anak Usia 0-5 Tahun, Si Kecil Sudah Sesuai?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya














Komentar
Posting Komentar