Unggulan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MPASI, Sereal Untuk Bayi.
Alasan Pemberian Sereal Bayi untuk Si
Kecil dan Cara Membuatnya,
Setelah bayi masuk usia 6 bulan, ia
sudah bisa mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) dengan tekstur padat. Ada
beragam jenis makanan yang bisa ibu sajikan pada Si Kecil, salah satunya adalah
sereal bubur bayi. Saat ini, sudah banyak yang menjual jenis makanan ini.
Apakah bayi harus makan sereal? Bagaimana cara mencampurkan sereal bubur bayi?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Alasan perlu memberi sereal pada bayi.
Mengutip dari Mayo Clinic, sereal
bayi dengan biji-bijian berperan sebagai sumber zat besi yang penting untuk
pertumbuhan Si Kecil.
Teksturnya yang lembut membuat sereal
nyaman di mulut Si Kecil dan relative tidak memicu alergi. Jenis sereal yang
bisa ibu berikan pada Si Kecil adalah oatmeal, beras, atau gandum yang
memiliki tekstur lembut.
Biasanya, jenis sereal tersebut tidak
menyebabkan alergi. Ini justru memungkinkan ibu untuk memperkenalkan bayi pada
makanan baru dalam hal ini adalah biji-bijian. Bolehkah memakai jenis sereal
instan? Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), makanan
instan boleh ibu berikan pada bayi ketika sulit membuat MPASI sendiri.
Proses pembuatan makanan pendamping
ASI komersial sudah sesuai dengan prosedur ketetapan Badan Kesehatan Dunia
(WHO).
Prosedurnya meliputi kandungan gizi,
kebersihan, dan kebutuhan mikro serta makronutrien bayi. Maka dari itu, Anda
tidak perlu khawatir dengan sereal bayi yang ibu temukan di swalayan. Untuk
menambah gizi bisa tambahkan sumber makanan lain seperti daging ayam, sapi, dan
sayuran.
Cara membuat sereal untuk bayi.
Sebelum membuat sereal untuk menu
makan Si Kecil, ibu perlu tahu tanda bayi siap makan. Salah satunya adalah bayi
sudah bisa menegakkan leher dan menahan kepalanya.
Setelah ibu sudah mengetahui kalau Si
Kecil siap makan, berikut beberapa cara membuat dan menyajikan sereal untuk
bayi yang mudah.
1.
Siapkan sumber karbohidrat.
Pada dasarnya,
membuat sereal untuk Si Kecil cukup mudah. Ibu bisa menggunakan sumber karbohidrat
seperti gandum atau oatmeal. Pilihan lainnya, ibu bisa mencampurkannya
dengan daging, sayur, hingga ASI atau susu formula.
Ibu juga bisa
menggunakan sereal instan mengandung biji-bijian yang belum tercampur dengan
makanan lain.
IDAI menyebut,
kesalahan yang sering ahli temukan adalah persepsi buruk tentang makanan bayi
yang dijual di pasaran.
Banyak yang
menganggap serela atau MPASI instan tidak organic dan mengandung pengawet
berbahaya untuk bayi. Padahal, makanan kemasan justru sudah melalui proses
pengolahan yang gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan bayi.
Sereal juga
memberikan kenyamanan pada lidah bayi karena teksturnya cukup lembek. Untuk
menaikkan tekstur, ibu bisa menambahkan sumber makanan lain yang padat gizi.
Sebut saja
daging sapi atau ayam giling, hati ayam, sedikit sayuran, dan lemak tambahan
dari mentega.
2.
Perhatikan tekstur sereal.
Tekstur sereal
tergantung pada usia bayi. Ambil contoh, bayi usia 6-7 bulan masih memerlukan
tekstur makanan yang halus dan lembut. Saat menambahkan sumber makanan ke dalam
sereal, pastikan untuk menghaluskannya kembali atau menyaringnya. Cara ini ibu
lakukan untuk mendapatkan tekstur yang tepat.
Sementara
untuk MPASI bayi 8 bulan, teksturnya sudah agak kasar dengan makanan yang
dicincang halus. Jika ibu tipe orang yang suka mengikuti resep, tentu akan
senang melihat kotak sereal yang memiliki petunjuk penyajian.
Kebanyakan
resep menyarankan mencampurkan sekitar 1 sendok makan sereal dengan 2 ons atau
56,6 gr susu formula atau ASI. Namun, bisa juga menambahkan sumber makanan lain
untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.
3.
Porsi sereal untuk bayi.
Bagi ibu baru,
mungkin kebingungan dengan porsi makanan bayi. Sebanyak apa, ya? Segini
kebanyakan atau malah terlalu sedikit? Sebagian awalan, ibu bisa mencoba
memberikan satu porsi makanan bayi sebanyak 2-3 sendok makan.
Nantinya, bayi
akan memberitahu ibu seberapa banyak porsi makanan yang ia inginkan. Kalau
terlalu banyak, Si Kecil mungkin akan menolaknya setelah merasa kekenyangan.
Sementara bila
ia makan dengan banyak, itu berarti ibu harus memberikan porsi lebih.
Hindari memberi sereal menggunakan
botol.
Meski tekstur makanan bayi masih
lembut, bukan berarti ibu bisa memberikannya memakai media botol.
Mengutip dari Cleveland Clinic,
memberikan sereal dan makanan lain dengan media botol bisa memicu beberapa hal,
seperti:
· Bayi tersedak,
· Mengganggu kemampuan makan bayi,
· Tidak mengasah motoric mulut bayi,
dan
· Risiko memberi porsi berlebih.
Menempatkan sereal dalam botol bisa
menyebabkan Si Kecil mengalami kelebihan kalori sehingga memicu kegemukan pada
bayi.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan Populer
Cek Berat Badan Ideal Anak Usia 0-5 Tahun, Si Kecil Sudah Sesuai?
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Panduan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Bayi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar